Maxim Pekanbaru Belum Ada Nilai - Nilai Pancasila Dalam Memblok Akun Driver

Maxim Pekanbaru Belum Ada Nilai - Nilai Pancasila Dalam Memblok Akun Driver
Yendri Rusli, Fadhil, Ratna Juwita, Pasca
Maxim Pekanbaru Belum Ada Nilai - Nilai Pancasila Dalam Memblok Akun Driver

Mematikan akun driver online secara sepihak dialami driver Maxim Car Pekanbaru atas nama Pasca. Ini bermula Driver Maxim Car Pasca mendapat orderan di Rumah Sakit Awal Bros Ahmad Yani Pekanbaru pada jam 9 malam 31 Maret 2026. 

"Akun saya dimatikan secara sepihak setelah mendapatkan orderan ibuk-ibuk yang akan membawa pasien nya keluar dari rumah sakit. Setelah saya chat karena menunggu lama. Turun lah wanita muda sambil marah-marah sambil memaki dan berkata kotor. Sambil membanting pintu mobil saya dan memukul-mukul mobil saya, saya minta batal kan orderan saja karena tidak mau membawa ibuk yang berkata kasar pada saya",  terang Pasca pada Media.

"Ternyata tidak dibatalkan orderan saya, tapi digantung nya. Ini membuat saya bingung. Padahal akun Maxim Car saya baru saja bebas suspend di Jakarta karena ada penumpang ketinggalan chas hape lalu mengadu ke kantor", keluh Pasca dengan suara serak.

Mediasi telah dilakukan oleh ketua Umum FORUM Kordinasi Sosial Ojol Pekanbaru Bersatu (FKSOPB) Ratna Juwita.

" Kami telah lakukan mediasi pada pihak kantor Maxim Pekanbaru dan bertemu dengan Kepala Cabang nya bernama Fadhil Muhammad. Tapi setelah mendapatkan penjelasan bahwa akun atas nama Pasca tidak bisa dibantu karena banyak sekali keluhan customer pada driver. Ini saya lihat sendiri. Sekarang saya serahkan pada basecamp Green Peace Family tempat Pak Pasca bernaung. Apakah dilanjutkan atau tidak. Secara Forum kami bantu semaksimal mungkin", ujar Ratna pada media.

Dari informasi pihak satgas Maxim Bobby terungkap bahwa akun Maxim Car atas nama Pasca memang tidak bisa dibantu lagi untuk bisa dihidupkan.

"Saya sebagai satgas sangat menyayangkan hal ini terjadi pada Om Pasca. Karena saya kenal sendiri dan kawan dekat. Orderan memang didapat oleh Pasca yang dipesan oleh istri saya. Karena mertua saya mau dibawa pulang. Dan tidak mungkin istri saya marah marah dan berkata kotor pada driver karena saya tau istri saya", bantah Bobby pada Media Riaupdate di depan Polda Riau.

Ketika pihak media mempertanyakan untuk mempertemukan dengan driver Pasca yang kena blok akunnya. 

"Itu boleh -boleh saja tapi sekarang saya masih sibuk. Dan tidak benar saya blokir nomor driver Pasca. Yang penting akun Pasca tidak bisa dibantu karena sudah keluar surat pemutusan dari pusat (Maxim Jakarta)", papar Bobby.

Nasib akun driver Maxim Car atas nama Pasca sudah jelas. Ini terlihat jelas pernyataan Kepala Cabang Fadhil Muhammad.

"Saya membantu dan Ikhlas membantu. Tidak ada minta - minta uang untuk membantu akun Driver Maxim. Tidak pernah masuk ke tubuh ini uang sogokan driver. Seharusnya saya kadukan kepolisi jika saya menerima uang sogokan driver. Tapi saya biarkan saja fitnah ini", kata Fadhil pada Ketum FKSOPB dan Ketua GPF.

"Saya bersumpah demi Allah saya tidak salah. Customer sendiri yang membanting pintu mobil saya, karena dibilang nya saya tidak mau menunggu pasien. Kata-kata kotor dan kata-kata binatang terucap pada customer itu. Saya mengalah saja,tidak mau mengangkut orderan. Tapi tidak dibatalkan oleh pihak costumer. Setelah setengah jam akun saya kena blok. Jelas sekali ada permainan karena customer nya istri dari Satgas Bobby yang kemudian saya tau itu istrinya. Dan saya tidak bisa lagi mencari nafkah", ujar Pasca dengan suara berat dan mata berkaca-kaca.

"Saya harapkan pihak kantor Maxim Pekanbaru punya nilai - nilai Pancasila dalam urusan driver dengan customer. Apalagi customer nya adalah istri dari Satgas Maxim Bobby. Sehingga bisa diadakan pertemuan. Sehingga silaturahmi tetap berjalan dan ukhuwah islamiah tetap terjaga", terang Yendri Rusli Ketua Basecamp Green Peace Family Pekanbaru.