Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan UIR Merancang PkM Berbasis Inovasi Sosial Di Desa Empat Balai Kuok Kampar
Program Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Riau (UIR Merancang PkM Berbasis Inovasi Sosial di Desa Empat Balai Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Riau.
KAMPAR, RIAU, Sebagai bagian dari chatur dharma Universitas Islam Riau, tim pengabdian kepada masyarakat yang terdiri dari beberapa dosen Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Riau, merancang PkM berbasis inovasi sosial dengan tema pemberdayaan masyarakat adat melayu bawi melalui pelestarian tradisi budaya sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal di Desa Empat Balai Kabupaten Kampar.
Kegiatan ini dirancang oleh kelompok dosen dari program studi magister ilmu pemerintahan yang bekerjasama sama Pemerintah Desa Empat Balai Kabupaten Kampar. Kegiatan ini direncanakan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok masyarakat, kelompok masyarakat wisata dan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Pemerintahan UIR.
“Kegiatan ini dirancang untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat di Desa Empat Balai pemberdayaan masyarakat adat melayu bawi melalui pelestarian tradisi budaya sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal di Desa Empat Balai Kabupaten Kampar, sekaligus memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar dilapangan melalui kegiatan bumi perkemahan”. kata ketua rombongan PkM Dr. Ranggi Ade Febrian, Rabu (4/2/2026).
Ia mengungkapkan, masyarakat Adat Melayu Bawi di Desa Empat Balai, Kabupaten Kampar, memiliki kekayaan budaya yang unik, seperti Balai Adat sebagai simbol identitas dan pusat kegiatan adat (misalnya Halal Bihalal). Namun, terdapat beberapa tantangan yang menghambat pemberdayaan dan pelestarian tradisi diantaranya ancaman erosi budaya. Generasi muda kurang tertarik dengan adat istiadat dianggap kuno dan tidak relevan dengan perkembangan zaman, sehingga partisipasi generasi muda dalam ritual adat menurun. Minimnya dokumentasi terhadap tradisi lisan dan praktik budaya belum terdokumentasi secara sistematis, berisiko hilang seiring waktu.
Dikatakan Ranggi, kegiatan ini dirancang fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, pengembangan inovasi sosial dan ekonomi kreatif, pelestarian dan revitalisasi budaya sebagai modal sosial dan ekonomi masyarakat.
“ Saya mendukung PkM ini dirancnag untuk menumbuhkan regenerasi kepemimpinan adat yang terhambat syarat ketat. Meski demikian, desa ini punya peluang pengembangan, seperti wisata budaya melalui ritual "Bagholek Godang" dan desain Balai Adat yang bisa dijadikan paket tur, mirip kesuksesan Suku Baduy. Kemitraan multistakeholder terbuka lewat keterlibatan Sekda Kabupaten Kampar di acara adat, mendukung program berbasis kebijakan. Oleh karena itu, upaya pemberdayaan harus prioritas pada pengabadian budaya, dorongan keterlibatan pemuda, serta konversi Balai Adat menjadi pusat wisata terintegrasi dengan ekonomi masyarakat lokal.” Kata Yusri Munaf selaku salah satu tohoh masyarakat di Desa Empar Balai.
Ia juga menuturkan, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Program Studi Magsiter Ilmu Pemerintahan karena sudah bekerjasama dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Empat Balai dan berharap kerjasama ini dapat berlajut pada kegiatan lainnya.








