Pegawai BTN Pekanbaru Ancam Nasabah Bayar Cicilan Rumah Yang Nunggak

Pegawai BTN Pekanbaru Ancam Nasabah Bayar Cicilan Rumah Yang Nunggak
Foto Kantor BTN Pekanbaru jalan Sudirman

Pekanbaru. PIMPINAN Redaksi Media Riaupdate.co diancam pegawai BTN yang mengaku bernama Henriko. Kejadian ini terjadi ketika pimred (Yendri Rusli) menerima telepon WhatsApp dari Henriko melalui nomor handphonenya 0813-7187-24XX. Yang sebenarnya sering kali me- WhatsApp berulang kali.

"Bapak masih ada kekurangan angsuran rumah 300 lagi. Tolong secepatnya dibayar. Jika tidak kami akan menyegel atau menyemrot rumah Bapak", ujar Riko.

Yendri Rusli menerangkan tidak ada uang pada hari itu (28/4/2026).

"Saya tidak dana pada hari ini. Janganlah Abang main ancam - ancam itu. Karena saya punya anak yang masih sekolah SD. Bisa kena mental anak saya jika langsung disemprot", papar Yendri membalas percakapan dengan Henriko.

"Yang penting Anda bayar secepatnya. Jika tidak bayar tunggu saya dirumah mu, saya akan buat segel atau kami semprot rumah mu. Tunggu kami datang kerumah anda. Atau anda datang ke kantor BTN Pekanbaru. Gedung saya ada dibelakang kantor BTN nya", ujar Henriko yang mengaku pejabat penting BTN Pekanbaru. 

"Kerjakan aja tugas anda, jangan main ancam - ancam itu. Karena kita lawan sekarang ini", tekan Yendri dengan nada tinggi dan emosi.

Dari pengakuan Yendri Rusli bahwa rumah diambilnya sejak tahun 2009. Karena selama 3 tahun selama covid 19 minta keringanan tidak bayar tapi bayar administrasi saja 150 ribu selama 3 tahun. 

"Ya saya ambil rumah subsidi type 36 di kawasan Air Dingin Bukit Raya Pekanbaru. Perumahan saya bernama Hunian Bukit Mas yang waktu itu saya bekerja sebagai sopir kontrak di Bulog Riau", Papar Yendri Rusli pada awak redaksi Riaupdate sebelum sekarang jadi wartawan yang berkompeten dan terdaftar di Dewan Pers (UKW).

"Saya pasrah saja sekarang, apa rumah saya disegel atau disemprot pihak Bank BTN. Sudah 3 kali dilakukan mengecatan dengan tulisan dibawah pengawasan Bank BTN dan akan di lelang. Tapi saya tetap membayar rumah saya yang sekaligus kantor Media Riaupdate", terang Yendri.

"Kalau saya pribadi tidak masalah soal pengecatan ini, tapi dampak psikologis bagi anak-anak saya yang masih kecil-kecil sangat merugikan keluarga kecil kami. Saya tetap berusaha bayar rumah ini karena pagu utang saya tinggal 16 juta lagi. Tapi utang tetap utang dan tetap saya bayar. Tapi jangan lah dengan gaya preman dan main ancam. Lalu lakukan penyemprotan pada dinding rumah saya", jelas Yendri Rusli dengan nada sedih.